Cerpen
by: Hanimah
Hari Yang Bahagia
Waktu itu hujan deras, atok mikir dan bertanya dalam hati kenapa hari itu hujan, padahal hari itu hari ulang tahun atok, tapi atok tidak bisa menceah hujan itu, karena hujan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa, seketika atok melamun, dia memikirkan seandainya disaat ulangnya itu ia makan kue ulang tahun bersama ibunya sebagaimana separti dengan teman-teman lainnya, tiba-tiba atok sadar, ia tidak akan pernah mengalami itu semua, kecuali ada keajaiban datang
Tiba-tiba mata atok melirik ke-arah jam, tak sadar pun jam telah menunjukan pukul 14.00 WIB. Hujan juga belum reda, ia melihat anak-anak kecil bermain air di luar, “kenapa ibu juga belum pulang ya?”, “padahal jam segini biasanya ibu sudah pulang, tapi hari ini ibu juga belum pulang ya?” apa mungkin ibu ada pejerjaan tambahan, atau jangan-jangan ibu belikan aku kue dulu, tapi rasaya tidak mungkin, ia sadar uang untuk memenuhi kebutuhanya dengan ibunya saja belum cukup, mana mungkin ibunya membelikannya kue ulang tahun yang cukup mahal itu.
Dia amat iri dengan teman-temannya, karena disaat teman-temannya ulang tahun pasti dibelikan kue ulang tahun sama orang tuanya, seandainya ayah masih hidup pasti apa yang aku mau dibelikan.
Tidak terasa jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, tiba-tiba ada suara ketukan pintu, itu pasi ibu,
“iya tungu sebentar bu”,
“Iya nak”.
Atok pun segera membukakan pintu untuk ibunya,
“Atok kamu sudah lapar?” tanya ibunya.
“sudah bu” Jawab atok.
“Ya sudah kalau begitu ayo kita makan, tapi kamu cuci tangan dulu ya” ajak ibunya.
“Baik bu” jawab atok.
Begitu atok membuka keranjang makan, atok terjejut diatas meja makan terdapat kue ulang tahun,
“Ibu itu kue buat atok?” tanya atok.
”iya anakku” jawab ibunya.
“Dimakan ya sampai kamu puas makan kuenya” suruh ibunya.
“Baik bu” jawab atok.
“Terima kasih ya bu?” tanya atok.
“Iya anakku” jawab atok.
Atok pun mengambil satu potong kue dan ia berikan kepada ibunya,
“Kok ibu duluan tok, kamu duluan aja nanti biar ibu nyusul aja?” tanya ibu.
“Tidak bu, biar bagaimana pun, ibu yang haru dulu dalam hal apapun, dan jika ada anaknya yang ingin dulu maka dia akan mendapat dosa” jawab atok
“Iya atok”
“Sekarang kamu pintar sekali ya?” tanya ibunya
‘Siapa dulu ibunya?” cetus atok
akhirnya Atok dan Ibu pun melahap kue itu sampai habis
SELESAI............................